Marc Marquez mengawali musim dengan baik bersama Ducati, dengan memenangkan GP Thailand pada balapan pertamanya bersama tim. Dengan menggunakan strategi yang cerdas, ia membiarkan saudaranya, Alex, memimpin sebelum membuat langkah yang menentukan untuk mengamankan kemenangan. Penampilannya yang mengesankan membuktikan bahwa ia siap bertarung untuk memperebutkan gelar juara.
Marc Marquez memiliki awal yang baik dengan tim barunya, Ducati, dengan memenangkan Grand Prix Thailand dalam sebuah balapan yang menarik. Marc Marquez menggunakan taktik yang cerdas saat membiarkan adiknya, Alex Marquez, menyalipnya dan kemudian menggunakan slipstream sebelum menyalipnya lagi untuk merebut kemenangan.
Di awal balapan, Marc Marquez memimpin di depan, sementara Bagnaia dengan cepat menyalip Alex untuk menempati posisi kedua. Namun, tabrakan kecil antara Bagnaia dan Alex memaksa Alex untuk keluar dari lintasan untuk beberapa saat. Alex berjuang kembali dan berhasil melewati Bagnaia dan Ai Ogura untuk merebut kembali posisi kedua.
Marc terlihat seperti sudah menguasai keadaan dengan keunggulan 1,5 detik, namun tiba-tiba melambat di lap ke-7. Adiknya mengambil alih posisi terdepan, namun ternyata Marc melakukannya hanya untuk menjaga kondisi bannya. Setelah siap, ia menambah kecepatan lagi dan tetap berada di belakang Alex, menunggu saat yang tepat untuk menyalip.
Dengan hanya beberapa lap tersisa, Marc berhasil menyalip Alex di lap ke-23, melewati Alex. Ia kemudian meningkatkan kecepatannya dan menciptakan celah untuk merebut kemenangan dengan nyaman. Karena Marc telah memenangkan Sprint, dia mengambil poin maksimal dari akhir pekan.
Alex tidak dapat menyamai kecepatan kakaknya di akhir-akhir balapan, namun berhasil menahan Bagnaia dan mengamankan posisi kedua. Franco Morbidelli berada di posisi keempat, sementara Ai Ogura tampil mengesankan dalam debutnya dengan finis di posisi kelima. Ia bahkan berhasil mengalahkan pembalap pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi, yang berada di urutan keenam.
Johann Zarco menjalani balapan yang luar biasa, saat ia naik dari posisi ke-12 untuk finis di urutan ketujuh, mengungguli Brad Binder dan Enea Bastianini. Sepuluh besar dilengkapi oleh Fabio di Giannantonio.
Namun, KTM harus berjuang keras, karena hanya Binder dan Bastianini yang berhasil meraih poin. Maverick Vinales finis di urutan ke-16, sementara Pedro Acosta finis di urutan ke-19 setelah terjatuh di lap ke-3. Dua pembalap yang tidak berhasil finis adalah Raul Fernandez dan Joan Mir.
Kemenangan Marc Marquez membuktikan bahwa ia adalah penantang serius musim ini.
Grand Prix MotoGP Thailand 2025
Waktu | Bersepeda | Pengendara | |
1. | Marc Marqeuz | Ducati | |
2. | Alex Marqeuz | Ducati | +1.732 |
3. | Francesco Bagnaia | Ducati | +2.398 |
4. | Franco Morbidelli | Ducati | +5.176 |
5. | Ai Ogura | Aprilia | +7.450 |
6. | Marco Bezzecchi | Aprilia | +14.967 |
7. | Johann Zarco | Honda | +15.225 |
8. | Brad Binder | KTM | +19.929 |
9. | Enea Bastianini | KTM | +20.053 |
10. | Fabio Di Giannantonio | Ducati | +21.546 |
11. | Jack Miller | Yamaha | +22.315 |
12. | Luca Marini | Honda | +23.940 |
13. | Fermin Aldeguer | Ducati | +24.760 |
14. | Miguel Oliveira | Yamaha | +26.097 |
15. | Fabio Quartararo | Yamaha | +26.456 |
16. | Maverick Vinales | KTM | +28.770 |
17. | Alex Rins | Yamaha | +31.095 |
18. | Somkiat Chantra | Honda | +31.480 |
19. | Pedro Acosta | KTM | +42.115 |
20. | Lorenzo Savadori | Aprilia | +46.827 |
Tidak selesai | |||
DNF | Raul Fernandez | Aprilia | |
DNF | Joan Mir | Honda |
Dengan mobil / dengan sepeda motor
PERATURAN LALU LINTAS DI INDONESIA
2025 © MOTOGP-INDONESIA.COM
Syarat dan ketentuan
Kebijakan privasi
Pengiriman Gratis
Pembayaran Aman dan Terjamin
Voucher Hadiah
Tiket Print@home